Halo para trader! Kali ini kita akan membahas tentang indikator yang mungkin sudah tidak asing lagi, yaitu Extended Regression StopAndReverse. Indikator ini sangat berguna bagi kita dalam menganalisis pergerakan pasar. Yuk, kita simak lebih lanjut!

Extended Regression StopAndReverse
Indikator ini secara otomatis menentukan timeframe saat pertama kali dijalankan. Indikator ini menghitung dua jenis regresi pada timeframe yang sedang aktif dan juga menghitung deviasi kuadrat rata-rata dari harga dalam rentang waktu saat ini. Salah satu fitur utama dari indikator ini adalah garis regresi pertama yang digambarkan dengan garis emas. Garis ini menunjukkan arah dan kondisi tren yang sebenarnya pada timeframe yang dipilih. Semakin besar sudut garis terhadap horizontal, semakin kuat tren yang terjadi.
Dengan memposisikan harga relatif terhadap garis regresi, kita dapat menarik kesimpulan tentang status pasangan mata uang. Misalnya, jika garis regresi mengarah ke atas dan harga berada di bawahnya, ini menandakan bahwa retracement kecil baru saja selesai dan harga diharapkan akan bergerak ke atas menuju area di atas garis regresi seiring dengan kelanjutan tren.
Garis support dan resistance yang ditampilkan oleh indikator ini berada sejajar dengan tren pada jarak tertentu dari garis emas. Garis ini merupakan batas linier yang valid, dikalkulasi berdasarkan deviasi kuadrat rata-rata dalam rentang yang dihitung dengan koefisien Fibonacci yang sesuai.
Dengan menggunakan nilai deviasi kuadrat rata-rata dan koefisien Fibonacci, indikator ini menghitung nilai level "stop" dan "stop/reversal" untuk harga saat ini. Level-level ini dapat diinterpretasikan sebagai nilai batas deviasi yang instan pada interval waktu dari bar terakhir. Titik-titik ini ditampilkan dalam bentuk titik berwarna di atas dan/atau di bawah harga sesuai dengan kondisi pasangan mata uang. Titik berwarna biru terletak di bawah harga, sementara titik yang lebih terang menunjukkan level "stop" dan yang lebih gelap menunjukkan level "stop/reversal". Titik berwarna merah berada di atas harga dan juga menunjukkan level stop dan reversal.
Penting untuk dicatat bahwa jika terjadi breakout yang sebenarnya dari salah satu atau kedua level stop, ketika harga penutupan bar melampaui level tersebut, indikator akan membalikkan nilai-nilai instan yang ditampilkan. Misalnya, jika sebelumnya ada level resistance sebelum breakout, maka indikator akan menggambar level support instan sebagai gantinya. Dengan demikian, jika terjadi reversal, ini berarti ada perubahan tren jangka pendek.
Indikator ini menggunakan koefisien regresi yang ditentukan untuk menghitung dan menampilkan channel non-linier, yang berguna untuk memprediksi masa depan yang dekat, sekaligus berfungsi sebagai channel linier untuk menunjukkan level support dan resistance yang valid, namun dengan perubahan yang dinamis dan non-linier seiring waktu. Secara default, indikator ini menggunakan koefisien regresi parabola, yaitu 2.
Interpretasi nilai indikator ini cukup sederhana:
- Jika channel regresi non-linier membengkok dan melintasi garis emas dari atas dalam tren naik, ini adalah sinyal kelelahan - diharapkan akan ada retracement atau bahkan perubahan tren. Jika melintasi dari bawah, ini adalah sinyal kekuatan tren yang meningkat.
- Perhatikan juga situasi pada timeframe yang lebih tinggi dan lebih kecil.
Ketika harga melintasi garis support atau resistance:
- Jika harga melompati resistance saat tren naik, diharapkan akan kembali ke channel, namun tidak perlu menutup posisi. Sebaliknya, jika harga melompati support saat tren naik, kita bisa mengharapkan retracement kuat jika kedua level stop/reversal terobati. Untuk pemahaman yang lebih akurat, penting juga untuk mempertimbangkan keadaan channel relatif terhadap garis emas tren dan nilai pada timeframe yang berdekatan.
Semua channel akan dihitung ulang dan digambar kembali dengan setiap bar baru sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Meskipun matematika yang digunakan cukup kompleks, indikator ini tidak membebani CPU dan tidak memerlukan sumber daya komputer yang spesifik.
Parameter input:
- _RegressionDegree – derajat regresi non-linier; nilai yang wajar adalah 2 atau 3.
- _K_DeviationChannel – pengali deviasi (bukan koefisien Fibonacci!); memungkinkan untuk menentukan pengali deviasi, nilai yang wajar adalah 2, tetapi beberapa trader mungkin lebih suka nilai 3.
Postingan terkait
- Panduan Lengkap MetaCOT 2 CFTC ToolBox untuk Analisis COT di MT4
- Master Tools: Alat Indikator untuk MetaTrader 4 yang Harus Dimiliki
- Tampilkan Tren Saat Ini untuk Semua Time Frame dalam Satu Panel Sederhana di MetaTrader 4
- Indikator Open Range Breakout untuk MetaTrader 5: Strategi Trading yang Efektif
- ColorXdinMA_Alert: Indikator Trend dengan Notifikasi untuk MetaTrader 5