Indikator Heiken-Ashi mirip dengan grafik candlestick, namun ada beberapa perbedaan yang perlu kita perhatikan. Alih-alih menggunakan nilai OHLC standar pada candlestick, indikator ini menggunakan rumus yang berbeda:
Close = (Open + High + Low + Close) / 4
Open = [Open (bar sebelumnya) + Close (bar sebelumnya)] / 2
High = Max (High, Open, Close)
Low = Min (Low, Open, Close)
Dengan kata lain, indikator ini menunjukkan candlestick "sintetis" yang berbeda dari candlestick standar.
Gambar:

Indikator Heiken Ashi
Warna candlestick Heiken-Ashi bergantung pada bayangan.
Keuntungan dari grafik Heiken-Ashi adalah kemudahan dalam menentukan tren. Candlestick untuk tren naik berwarna biru, sedangkan untuk tren turun berwarna merah.
Untuk melakukan trading yang menguntungkan, penting untuk menggunakan indikator ini bersamaan dengan candlestick standar dan analisis lainnya.
Postingan terkait
- Panduan Lengkap MetaCOT 2 CFTC ToolBox untuk Analisis COT di MT4
- Indikator Open Range Breakout untuk MetaTrader 5: Strategi Trading yang Efektif
- Master Tools: Alat Indikator untuk MetaTrader 4 yang Harus Dimiliki
- Memprediksi Harga Selanjutnya dengan Jaringan Saraf: Panduan Lengkap untuk Trader
- iSpread: Indikator Spread untuk Pair Trading di MetaTrader 5