Choppiness Index: cara lain untuk menghitung dimensi fraktal.
Apa Itu Choppiness?
Choppiness adalah indikator modern yang didasarkan pada teori chaos dan geometri fraktal. Benoit Mandelbrot adalah sosok yang paling bertanggung jawab atas minat besar terhadap geometri fraktal. Ia menunjukkan bagaimana fraktal dapat ditemukan di berbagai tempat, baik dalam matematika maupun di alam. Fraktal dapat ditemukan pada pola awan, gelombang, daun, sidik jari, dan bunga matahari. Ide-ide Mandelbrot memberikan ikatan menarik antara matematika dan alam.
Walaupun banyak dari kita berpikir bahwa hanya ada dimensi bilangan bulat, seperti 1D, 2D, dan 3D, geometri fraktal memiliki dimensi fraksional di antara dimensi bilangan bulat tersebut. Jadi, ada sejumlah dimensi fraktal antara garis 1D dan bidang 2D. Fraktal pada dasarnya adalah ukuran dari dimensionalitas suatu sistem; mereka mampu mengekspresikan gambar yang berbeda berdasarkan sifat fraksional dari dimensi.
E. W. Dreiss, seorang trader asal Australia, menciptakan ide kreatif untuk menggunakan geometri fraktal sebagai cara untuk mengukur pergerakan harga suatu aset. Ia dengan cerdas memberikan "dimensi" pada grafik pergerakan harga. Grafik yang trending dan linear dapat diberikan dimensi utuh 1, sementara grafik yang sangat choppy dan tidak trending dapat dikatakan memiliki dimensi 2. Di antara kedua nilai ini mewakili kondisi fraksional dan berbagai tingkat choppiness.

Postingan terkait
- Panduan Lengkap MetaCOT 2 CFTC ToolBox untuk Analisis COT di MT4
- Indikator Open Range Breakout untuk MetaTrader 5: Strategi Trading yang Efektif
- Master Tools: Alat Indikator untuk MetaTrader 4 yang Harus Dimiliki
- Memprediksi Harga Selanjutnya dengan Jaringan Saraf: Panduan Lengkap untuk Trader
- iSpread: Indikator Spread untuk Pair Trading di MetaTrader 5