Indikator Teknis

Panduan Lengkap Menggunakan Daily Pivot Points untuk Trading
MetaTrader4
Panduan Lengkap Menggunakan Daily Pivot Points untuk Trading

Indikator Daily Pivot Points adalah alat yang sangat berguna dalam memprediksi pergerakan pasar di masa depan. Berbeda dengan alat lainnya yang seringkali terlambat memberi sinyal, indikator ini memanfaatkan informasi dari hari sebelumnya untuk menghitung titik-titik referensi bagi tren jangka pendek di hari ini. Pivot Point (PP) adalah titik keseimbangan, level yang biasanya dijadikan acuan harga sepanjang hari. Dengan mengetahui tiga nilai dari hari sebelumnya (High, Low, Close), kita dapat menghitung 13 level untuk timeframe yang lebih kecil: titik keseimbangan, 6 level resistance, dan 6 level support. Level-level ini dikenal sebagai titik referensi. Dengan menggunakan titik referensi ini, kita bisa dengan mudah menentukan perubahan dalam tren jangka pendek. Tiga nilai yang paling penting adalah: level pivot point, Resistance1 (RES1.0), dan Support1 (SUP1.0). Ketika harga bergerak di antara nilai-nilai ini, sering kali kita melihat adanya break dan bahkan pembalikan arah. Dengan demikian, indikator Daily Pivot Points: memperkirakan rentang fluktuasi harga; menunjukkan di mana harga bisa berhenti; menunjukkan kemungkinan titik perubahan dalam arah pergerakan harga. Jika pasar di hari ini dibuka di atas level pivot point, itu adalah sinyal untuk membuka posisi long. Sebaliknya, jika pasar dibuka di bawah level pivot point, maka hari itu lebih menguntungkan untuk membuka posisi short. Teknik menggunakan pivot points adalah dengan mengikuti dan mendeteksi kemungkinan pembalikan atau breakout saat harga menyentuh level resistance RES1.0 atau support SUP1.0. Ketika harga mencapai level RES2.0, RES3.0 atau SUP2.0, SUP3.0, biasanya pasar sudah dalam kondisi overbought atau oversold, sehingga level-level ini umumnya digunakan sebagai level keluar. Perhitungan Berdasarkan HIGH, LOW, dan CLOSE dari hari sebelumnya, nilai baru dihasilkan, yaitu Pivot Point (PP), Resistance1 (RES1.0), Resistance2 (RES2.0), Resistance3 (RES3.0), Support1 (SUP1.0), Support2 (SUP2.0), dan Support3 (SUP3.0), serta nilai-nilai perantara: Resistance0.5 (RES0.5), Resistance1.5 (RES1.5), Resistance2.5 (RES2.5), Support0.5 (SUP0.5), Support1.5 (SUP1.5), dan Support2.5 (SUP2.5). Dengan demikian, harga tertinggi dan terendah dari hari sebelumnya diproyeksikan ke masa depan. PP = (HIGH + LOW + CLOSE) / 3 RES1.0 = 2*PP - LOW RES2.0 = PP + (HIGH - LOW) RES3.0 = 2*PP + (HIGH – 2*LOW) SUP1.0 = 2*PP – HIGH SUP2.0 = PP - (HIGH – LOW) SUP3.0 = 2*PP - (2*HIGH – LOW) RES0.5 = (PP + RES1.0) / 2 RES1.5 = (RES1.0 + RES2.0) / 2 RES2.5 = (RES2.0 + RES3.0) / 2 SUP0.5 = (PP + SUP1.0) / 2 SUP1.5 = (SUP1.0 + SUP2.0) / 2 SUP2.5 = (SUP2.0 + SUP3.0) / 2 Di mana: HIGH — harga tertinggi dari hari sebelumnya; LOW — harga terendah dari hari sebelumnya; CLOSE — harga penutupan dari hari sebelumnya; PP — pivot point (harga rata-rata dari hari sebelumnya); RES0.5, RES1.0, RES1.5, RES2.0, RES2.5, RES3.0 — titik referensi (level resistance); SUP0.5, SUP1.0, SUP1.5, SUP2.0, SUP2.5, SUP3.0 — titik referensi (level support).

2005.12.24
Memahami Relative Vigor Index (RVI) untuk Trading yang Lebih Baik
MetaTrader4
Memahami Relative Vigor Index (RVI) untuk Trading yang Lebih Baik

Halo, trader! Kali ini kita akan membahas tentang Relative Vigor Index atau RVI, sebuah indikator yang bisa bantu kamu dalam menganalisis pergerakan harga di pasar. Poin utama dari indikator RVI adalah, pada pasar bullish, harga penutupan biasanya lebih tinggi dibandingkan harga pembukaan. Sebaliknya, di pasar bearish, situasinya berbalik. Jadi, ide di balik RVI adalah mengukur semangat atau "vigor" dari pergerakan harga berdasarkan posisi harga saat penutupan. Untuk menormalkan indeks ini dengan rentang perdagangan harian, kita membagi perubahan harga dengan rentang maksimum harga pada hari tersebut. Untuk perhitungan yang lebih halus, kita menggunakan rata-rata bergerak berbobot simetris dari selisih harga penutupan dan pembukaan, serta harga maksimum dan minimum dari bar tersebut. Periode terbaik untuk menghitung indikator ini adalah 10. Agar tidak terjadi ambiguitas, kita perlu membangun garis sinyal, yang juga merupakan rata-rata bergerak berbobot simetris dari nilai RVI. Ketika garis-garis ini bertemu, itu bisa menjadi sinyal untuk membeli atau menjual. Perhitungan RVI VALUE1 = ((CLOSE - OPEN) + 2 * (CLOSE (1)) – OPEN (1)) + 2*(CLOSE (2) – OPEN (2)) + (CLOSE (3) – OPEN (3))) / 6VALUE2 = ((HIGH - LOW) + 2 * (HIGH (1) – LOW (1)) + 2*(HIGH (2)- LOW (2)) + (HIGH (3) – LOW (3))) / 6NUM = SUM (VALUE1, N)DENUM = SUM (VALUE2, N)RVI = NUM / DENUMRVISig = (RVI + 2 * RVI (1) + 2 * RVI (2) + RVI (3)) / 6 Dimana: OPEN — harga pembukaan; HIGH — harga maksimum; LOW — harga minimum; CLOSE — harga penutupan; VALUE1 — rata-rata bergerak berbobot simetris dari selisih harga penutupan dan pembukaan; VALUE2 — rata-rata bergerak berbobot simetris dari selisih harga maksimum dan minimum; NUM — jumlah N kepentingan dari VALUE1; DENUM — jumlah N kepentingan dari VALUE2; RVI — nilai dari indikator Relative Vigor Index untuk bar saat ini; RVISig — nilai dari garis sinyal RVI untuk bar saat ini; N — periode perhalusan. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai Relative Vigor Index, kamu bisa cek di analisis teknikal: Relative Vigor Index.

2005.12.22
Memahami Money Flow Index (MFI) untuk Analisis Trading
MetaTrader4
Memahami Money Flow Index (MFI) untuk Analisis Trading

Money Flow Index (MFI) adalah indikator yang menunjukkan seberapa cepat uang diinvestasikan ke dalam suatu sekuritas dan kemudian ditarik kembali darinya. Proses pembuatan dan interpretasi indikator ini mirip dengan Relative Strength Index, dengan satu perbedaan penting: volume sangat berperan dalam MFI. Ketika menganalisis Money Flow Index, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan: Divergensi antara indikator dan pergerakan harga. Jika harga naik sementara MFI turun (atau sebaliknya), ada kemungkinan besar terjadi pembalikan harga; Nilai Money Flow Index yang berada di atas 80 atau di bawah 20, menandakan potensi puncak atau dasar pasar. Perhitungan Perhitungan Money Flow Index melibatkan beberapa tahap. Pertama, kita menentukan harga tipikal (TP) dari periode yang sedang dianalisis. TP = (HIGH + LOW + CLOSE)/3 Selanjutnya, kita menghitung jumlah Money Flow (MF): MF = TP * VOLUME Jika harga tipikal hari ini lebih besar dari TP kemarin, maka aliran uang dianggap positif. Sebaliknya, jika harga tipikal hari ini lebih rendah dari TP kemarin, aliran uang dianggap negatif. Aliran uang positif adalah jumlah dari aliran uang positif selama periode tertentu. Aliran uang negatif adalah jumlah dari aliran uang negatif untuk periode yang sama. Setelah itu, kita menghitung rasio uang (MR) dengan membagi aliran uang positif dengan aliran uang negatif: MR = Positive Money Flow (PMF)/Negative Money Flow (NMF) Dan akhirnya, kita menghitung Money Flow Index menggunakan rasio uang: MFI = 100 - (100 / (1 + MR)) Deskripsi lengkap tentang MFI dapat ditemukan di analisis teknikal: Money Flow Index.

2005.12.21
Memahami Indikator Force Index (FRC) untuk Trader
MetaTrader4
Memahami Indikator Force Index (FRC) untuk Trader

Indikator Force Index (FRC) adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan bullish dan bearish di pasar. Dengan kata lain, indikator ini bisa memberi tahu kita seberapa kuat tekanan beli dan jual yang terjadi pada setiap pergerakan harga. Indikator ini menghubungkan elemen-elemen dasar informasi pasar seperti tren harga, penurunan, serta volume transaksi. Meskipun bisa digunakan secara langsung, akan lebih baik jika kita mengkombinasikannya dengan Moving Average. Penggunaan Moving Average jangka pendek (2 periode) dapat membantu kita menemukan peluang terbaik untuk membuka dan menutup posisi. Sementara itu, jika kita menggunakan Moving Average yang lebih panjang (periode 13), FRC akan lebih fokus pada tren dan perubahan yang terjadi. Disarankan untuk membeli ketika nilai Force Index menjadi negatif (turun di bawah nol) saat indikator menunjukkan kecenderungan meningkat; Indikator ini juga memberi sinyal bahwa kecenderungan meningkat akan berlanjut ketika nilai FRC mencapai puncak baru; Ketika nilai indeks menjadi positif di tengah kecenderungan menurun, itu adalah sinyal untuk menjual; Force Index menunjukkan kekuatan bearish dan kelanjutan kecenderungan menurun ketika indeks jatuh ke titik terendah baru; Jika perubahan harga tidak berhubungan dengan perubahan volume yang sesuai, indikator Force Index akan tetap pada satu level, yang menandakan bahwa tren akan segera berubah. Perhitungan Kekuatan dari setiap pergerakan pasar ditentukan oleh arah, skala, dan volume. Jika harga penutupan dari bar saat ini lebih tinggi dari bar sebelumnya, maka kekuatannya positif. Sebaliknya, jika harga penutupan saat ini lebih rendah, maka kekuatannya negatif. Semakin besar selisih harga, semakin besar kekuatannya. Begitu juga, semakin besar volume transaksi, semakin besar kekuatannya. FORCE INDEX (i) = VOLUME (i) * ((MA (ApPRICE, N, i) - MA (ApPRICE, N, i-1)) dimana: FORCE INDEX (i) — Force Index dari bar saat ini; VOLUME (i) — volume dari bar saat ini; MA (ApPRICE, N, i) — Moving Average dari bar saat ini untuk periode N: Simple, Exponential, Weighted, atau Smoothed; ApPRICE — harga yang diterapkan; N — periode dari smoothing; MA (ApPRICE, N, i-1) — Moving Average dari bar sebelumnya. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai FRC, Anda bisa mengunjungi analisis teknis: Force Index.

2005.12.17
Panduan Lengkap Indikator Williams Percent Range (%R) untuk Trader
MetaTrader4
Panduan Lengkap Indikator Williams Percent Range (%R) untuk Trader

Indikator Williams Percent Range (%R) adalah alat teknikal yang sangat dinamis, dirancang untuk membantu kita menentukan apakah pasar dalam kondisi jenuh beli atau jenuh jual. Indikator %R ini mirip sekali dengan Oscillator Stochastic. Perbedaannya terletak pada skala yang terbalik, sementara Oscillator Stochastic memiliki penghalusan internal. Untuk menampilkan indikator ini dengan cara terbalik, kita menambahkan simbol minus sebelum nilai Williams Percent Range (contohnya -30%). Namun, saat melakukan analisis, kita tidak perlu memperhatikan simbol minus tersebut. Nilai indikator yang berada di rentang -80 hingga -100% menunjukkan bahwa pasar sedang jenuh jual. Sementara itu, nilai antara -20% hingga 0% menunjukkan kondisi jenuh beli. Seperti halnya indikator jenuh beli/jenuh jual lainnya, sebaiknya kita menunggu perubahan arah harga sebelum melakukan transaksi. Misalnya, jika indikator menunjukkan kondisi jenuh beli, bijak untuk menunggu harga berbalik turun sebelum menjual aset tersebut. Salah satu fenomena menarik dari indikator Williams Percent Range adalah kemampuannya yang luar biasa untuk mengantisipasi pembalikan harga. Indikator ini hampir selalu membentuk puncak dan berbalik turun beberapa hari sebelum harga aset mencapai puncaknya dan turun. Begitu juga, %R biasanya menciptakan lembah dan berbalik naik beberapa hari sebelum harga aset berbalik naik. Perhitungan Berikut adalah rumus perhitungan indikator %R, yang sangat mirip dengan rumus Oscillator Stochastic: %R = (HIGH(i - n) - CLOSE) / (HIGH(i - n) - LOW(i - n))*100 Dimana: CLOSE — adalah harga penutupan hari ini; HIGH(i-n) — adalah harga tertinggi dalam sejumlah (n) periode sebelumnya; LOW(i-n) — adalah harga terendah dalam sejumlah (n) periode sebelumnya. Deskripsi lengkap tentang %R tersedia di Analisis teknikal: Williams Percent Range

2005.12.16
Memahami Indikator On Balance Volume (OBV) untuk Trading yang Lebih Baik
MetaTrader4
Memahami Indikator On Balance Volume (OBV) untuk Trading yang Lebih Baik

Indikator On Balance Volume (OBV) adalah indikator teknikal momentum yang menghubungkan volume dengan perubahan harga. Diciptakan oleh Joseph Granville, indikator ini terbilang sederhana. Ketika harga suatu aset ditutup lebih tinggi dari penutupan sebelumnya, seluruh volume hari itu dianggap sebagai volume naik. Sebaliknya, jika harga ditutup lebih rendah, seluruh volume dianggap sebagai volume turun. Asumsi dasar dalam analisis On Balance Volume adalah bahwa perubahan OBV seringkali mendahului perubahan harga. Teorinya adalah bahwa aliran uang pintar dapat terlihat dari kenaikan OBV. Ketika masyarakat umum mulai berinvestasi pada aset tersebut, baik harga maupun OBV akan melonjak bersama-sama. Namun, jika pergerakan harga lebih dahulu dibandingkan dengan pergerakan OBV, hal ini menandakan adanya "non-konfirmasi". Non-konfirmasi bisa terjadi di puncak pasar bullish (ketika harga naik tanpa diikuti oleh OBV) atau di dasar pasar bearish (ketika harga turun tanpa diikuti oleh indikator OBV). OBV dikatakan dalam tren naik ketika setiap puncak baru lebih tinggi dari puncak sebelumnya dan setiap lembah baru lebih tinggi dari lembah sebelumnya. Sebaliknya, OBV berada dalam tren turun ketika setiap puncak berturut-turut lebih rendah dari puncak sebelumnya dan setiap lembah berturut-turut lebih rendah dari lembah sebelumnya. Ketika OBV bergerak datar tanpa membuat puncak dan lembah berturut-turut, itu menandakan tren yang diragukan. Setelah sebuah tren terbentuk, tren tersebut akan tetap berlaku sampai ada perubahan. Ada dua cara di mana tren OBV dapat terputus. Pertama, ketika tren berubah dari tren naik menjadi tren turun, atau sebaliknya. Cara kedua tren OBV bisa terputus adalah jika tren berubah menjadi tren yang diragukan dan tetap tidak pasti selama lebih dari tiga hari. Jadi, jika aset berubah dari tren naik menjadi tren yang diragukan dan tetap tidak pasti hanya selama dua hari sebelum kembali menjadi tren naik, maka OBV dianggap selalu dalam tren naik. Ketika OBV berubah menjadi tren naik atau turun, maka terjadi "breakout". Karena breakout OBV biasanya mendahului breakout harga, para trader sebaiknya melakukan pembelian ketika terjadi breakout ke atas pada OBV. Sebaliknya, jika OBV mengalami breakout ke bawah, maka sebaiknya trader melakukan penjualan. Posisi sebaiknya dipertahankan sampai tren berubah. Perhitungan OBV Jika penutupan hari ini lebih tinggi dari penutupan kemarin maka: OBV(i) = OBV(i-1) + VOLUME(i) Jika penutupan hari ini lebih rendah dari penutupan kemarin maka: OBV(i) = OBV(i-1) - VOLUME(i) Jika penutupan hari ini sama dengan penutupan kemarin maka: OBV(i) = OBV(i-1) Di mana: OBV(i) — adalah nilai indikator untuk periode saat ini; OBV(i-1) — adalah nilai indikator untuk periode sebelumnya; VOLUME(i) — adalah volume dari bar saat ini. Penjelasan lengkap tentang OBV tersedia di analisis teknikal: On Balance Volume.

2005.12.16
Memahami Market Facilitation Index (BW MFI) untuk Trading yang Lebih Cerdas
MetaTrader4
Memahami Market Facilitation Index (BW MFI) untuk Trading yang Lebih Cerdas

Market Facilitation Index atau BW MFI adalah indikator yang menunjukkan perubahan harga untuk satu tick. Nilai absolut dari indikator ini tidak memiliki arti yang signifikan, yang penting adalah perubahan indikator itu sendiri.Market Facilitation Index, BW MFIBill Williams menekankan pentingnya hubungan antara MFI dan volume:Jika Market Facilitation Index naik dan volume juga meningkat, ini menunjukkan bahwa: a) jumlah trader yang masuk ke pasar bertambah (volume meningkat) b) trader baru membuka posisi sejalan dengan arah perkembangan bar, artinya pergerakan telah dimulai dan semakin cepat;Jika Market Facilitation Index turun dan volume juga turun, ini berarti para pelaku pasar sudah tidak tertarik lagi;Jika Market Facilitation Index naik tetapi volume turun, kemungkinan besar pasar tidak didukung oleh volume dari klien, dan harga berubah karena spekulasi para trader (broker dan dealer) yang "on the floor";Jika Market Facilitation Index turun tetapi volume meningkat, ini menunjukkan adanya pertarungan antara bull dan bear, ditandai dengan volume beli dan jual yang besar, tetapi harga tidak berubah signifikan karena kekuatan kedua belah pihak seimbang. Salah satu pihak (pembeli vs. penjual) akan memenangkan pertarungan ini. Biasanya, pelanggaran terhadap bar seperti ini memberi tahu apakah bar tersebut menentukan kelanjutan tren atau membatalkan tren. Bill Williams menyebut bar seperti ini "curtsying".PerhitunganUntuk menghitung Market Facilitation Index, Anda perlu mengurangi harga bar terendah dari harga bar tertinggi dan membaginya dengan volume.BW MFI = RANGE*(HIGH-LOW)/VOLUMEDi mana:RANGE — adalah faktor pengali yang membawa perbedaan dalam poin menjadi utuh;HIGH — harga maksimum dari bar saat ini;LOW — harga minimum dari bar saat ini;VOLUME — volume dari bar saat ini.Deskripsi Indikator TeknikalDeskripsi lengkap tentang BW MFI dapat ditemukan di analisis teknikal: Market Facilitation Index

2005.12.14
Awal Sebelumnya 394 395 396 397 398 399 400 401 Berikutnya Akhir