Indikator Teknis

Memahami Indikator TimeOut untuk Trading yang Lebih Efektif
MetaTrader4
Memahami Indikator TimeOut untuk Trading yang Lebih Efektif

Indikator TimeOut adalah alat yang sangat berguna bagi para trader. Indikator ini memperlihatkan waktu antara pengiriman kutipan oleh broker dan penerimaannya oleh Anda, yaitu lag waktu yang terjadi. Ada tiga nilai yang ditampilkan: lag waktu saat ini, maksimal, dan minimal. PERHATIAN! Agar indikator ini berfungsi dengan baik, jam sistem Anda harus disinkronkan dengan server yang sama dengan jam broker Anda. Jika tidak, penggunaan indikator ini akan sia-sia. Indikator ini menunjukkan waktu pemrosesan kutipan antara server broker dan terminal Anda. Jika ada masalah dengan koneksi, Anda akan segera mengetahuinya. Selain itu, indikator ini juga dapat memberikan informasi tentang kinerja broker dan faktor-faktor lainnya. Jika nilai indikator menunjukkan 1-2 detik, ini bisa jadi disebabkan oleh kualitas koneksi dan beban kerja server. Namun, jika nilai indikator menunjukkan lebih dari 5 detik, sebaiknya Anda memperhatikan hal ini. Anda bisa menghubungi dukungan teknis broker untuk memastikan apakah ini normal atau tidak. Ingat, ada banyak penyebab yang mungkin, tetapi setidaknya Anda akan tahu bahwa Anda menerima harga dengan keterlambatan 'n' detik dibandingkan trader lainnya. Indikator ini tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk mengajukan klaim kepada broker, melainkan hanya sebagai sumber informasi! Variabel Eksternal: GMT_shift - Zona waktu (GMT_shift = 3 untuk Moskow) DrawBars - Jumlah bar indikator yang akan digambar (1 tick = 1 bar) Dan tentu saja, Anda bisa memilih 4 warna sesuai keinginan!

2008.07.03
Panduan Lengkap Indikator Daily Pivot Points untuk Trader
MetaTrader4
Panduan Lengkap Indikator Daily Pivot Points untuk Trader

Indikator Daily Pivot Points adalah alat yang sangat berguna untuk memahami pergerakan pasar di masa depan. Berbeda dengan alat lainnya yang cenderung tertinggal, indikator ini menggunakan data dari hari sebelumnya untuk menghitung titik-titik acuan dari tren kecil pada hari ini. Pivot Point (PP) adalah titik keseimbangan - level yang sering kali menjadi perhatian harga sepanjang hari. Dengan tiga nilai dari hari sebelumnya: harga tertinggi, terendah, dan harga penutupan, dihitung 13 level untuk timeframe yang lebih kecil: titik keseimbangan, 6 level resistance, dan 6 level support. Level-level ini disebut sebagai titik acuan. Titik acuan ini memudahkan kita untuk menentukan arah tren kecil. Tiga nilai yang paling penting adalah level titik keseimbangan, Resistance1 (RES1.0), dan Support1 (SUP1.0). Pergerakan harga sering kali berhenti atau bahkan berbalik antara nilai-nilai ini. Dengan demikian, indikator Daily Pivot Points: memprediksi rentang variasi harga; menunjukkan kemungkinan titik berhenti harga; menunjukkan kemungkinan titik perubahan arah pergerakan harga. Jika pasar pada hari ini dibuka di atas titik keseimbangan, maka ini adalah sinyal untuk membuka posisi beli. Sebaliknya, jika pasar dibuka di bawah titik keseimbangan, hari ini lebih cocok untuk membuka posisi jual. Metode titik acuan melibatkan pemantauan kemungkinan pembalikan dan tembusan saat harga bertemu dengan level resistance RES1.0 atau level support SUP1.0. Ketika harga mencapai level RES2.0, RES3.0 atau SUP2.0, SUP3.0, biasanya pasar dianggap overbought atau oversold, sehingga level-level ini sering digunakan sebagai level keluaran. Perhitungan berdasarkan nilai HIGH, LOW, dan CLOSE dari hari sebelumnya menghasilkan nilai baru untuk Pivot Point (PP), Resistance1 (RES1.0), Resistance2 (RES2.0), Resistance3 (RES3.0), Support1 (SUP1.0), Support2 (SUP2.0), dan Support3 (SUP3.0), serta nilai-nilai tengah seperti Resistance0.5 (RES0.5), Resistance1.5 (RES1.5), Resistance2.5 (RES2.5), Support0.5 (SUP0.5), Support1.5 (SUP1.5), dan Support2.5 (SUP2.5). Dengan cara ini, kita dapat memetakan masa depan dari maksimum dan minimum hari-hari sebelumnya. PP = (HIGH + LOW + CLOSE) / 3   RES1.0 = 2*PP - LOWRES2.0 = PP + (HIGH -LOW) RES3.0 = 2*PP + (HIGH – 2*LOW) SUP1.0 = 2*PP – HIGHSUP2.0 = PP - (HIGH – LOW)SUP3.0 = 2*PP - (2*HIGH – LOW)RES0.5 = (PP + RES1.0) / 2 RES1.5 = (RES1.0 + RES2.0) / 2RES2.5 = (RES2.0 + RES3.0) / 2 SUP0.5 = (PP + SUP1.0) / 2SUP1.5 = (SUP1.0 + SUP2.0) / 2 Dimana: HIGH — harga maksimum dari hari sebelumnya; LOW — harga minimum dari hari sebelumnya; CLOSE — harga penutupan dari hari sebelumnya; PP — titik keseimbangan (harga tipikal hari kemarin); RES0.5, RES1.0, RES1.5, RES2.0, RES2.5, RES3.0 — titik acuan (level resistance); SUP0.5, SUP1.0, SUP1.5, SUP2.0, SUP2.5, SUP3.0 — titik acuan (level support).

2008.06.29
Menghitung Koefisien Korelasi Antara Pasangan Mata Uang
MetaTrader4
Menghitung Koefisien Korelasi Antara Pasangan Mata Uang

Menghitung koefisien korelasi antara dua grafik pasangan mata uang dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para trader. Dalam hal ini, kita akan membahas cara kerja indikator yang menghitung korelasi antara pasangan mata uang yang terpasang pada grafik dan pasangan mata uang yang ditentukan dalam parameter indikator. Di jendela indikator, Anda akan melihat beberapa informasi penting: Grafik koefisien korelasi (anda bisa menonaktifkan tampilannya sesuai dengan gambar yang disebutkan). Grafik moving average yang terkait dengan kurva koefisien korelasi (anda juga bisa menonaktifkan tampilannya). Nilai rata-rata koefisien korelasi untuk jumlah bar terakhir yang ditentukan. Parameter Mode = 0, 1, 2 - menentukan properti grafik harga yang akan dihitung korelasinya: 0 - untuk harga penutupan bar, 1 - untuk selisih antara harga pembukaan dan penutupan, 2 - untuk hubungan antara harga penutupan dan harga maksimum bar. Pair = "USDCHF", "EURUSD" - pasangan mata uang yang akan dihitung koefisien korelasinya. ShowCorrelation = true - jika tampilan buffer koefisien korelasi diperlukan, = false - jika tidak. ShowMA = true - jika tampilan buffer moving average koefisien korelasi diperlukan, = false - jika tidak. CorrelationRadius = 15 - radius korelasi. MA_Period = 10 - periode moving average. ResultingBars = 0 - jumlah bar yang digunakan untuk menghitung rata-rata total nilai koefisien korelasi (nilai ini akan ditampilkan di bagian kiri bawah jendela). Jika ResultingBars = 0, maka rata-rata akan dihitung berdasarkan semua nilai koefisien korelasi yang didapat. FontName = "Verdana" - font yang digunakan untuk menampilkan nilai rata-rata koefisien korelasi. FontSize = 10 - ukuran font. FontColor = Hitam - warna font.

2008.06.29
Memahami Indikator TrendLineRange untuk Pemula Trader Forex
MetaTrader4
Memahami Indikator TrendLineRange untuk Pemula Trader Forex

Halo sobat trader! Kali ini saya ingin berbagi tentang indikator pertama yang saya buat, yaitu TrendLineRange. Meskipun di luar sana banyak indikator serupa, saya merasa perlu untuk mencoba membuatnya sendiri agar bisa belajar lebih dalam. Saya rasa indikator ini bisa sangat membantu untuk para pemula, termasuk saya sendiri yang baru mulai trading Forex sejak Januari 2008. Indikator ini bekerja dengan cara memberikan sinyal ketika harga mendekati garis support/resistance pada jarak 20, 10, dan 5 pips (nilai-nilai ini bisa diubah sesuai keinginan). Sinyal Alert akan muncul jika harga berada di antara area-area tersebut: (20 <= Harga < 10), (10 <= Harga < 5), dan (5 <= Harga = 0). Indikator ini tidak akan membanjiri kita dengan sinyal setiap tick. Sinyal hanya akan muncul saat harga bergerak dari satu area ke area lainnya. Selain itu, indikator ini juga menunjukkan jarak saat ini dari harga ke garis support/resistance di sudut kiri atas (Comment). Berikut adalah informasi yang terdapat pada sinyal: Range - Jarak dari harga ke garis support/resistance; Price - Harga saat ini; TrendLine - Lokasi garis support/resistance saat ini. Pengaturan yang perlu dimasukkan: PointsRange1 - Jarak (terbesar) ke garis trend, di mana sinyal akan dihasilkan; PointsRange2 - Jarak (sedang) ke garis trend, di mana sinyal akan dihasilkan; PointsRange3 - Jarak (kecil) ke garis trend, di mana sinyal akan dihasilkan; IndexTrendLine - Indeks, tepatnya indeks dari garis trend, yang bisa kamu lihat di daftar objek. Ingat, nilai jarak 1, 2, dan 3 harus dimasukkan dalam urutan menurun!!! Maaf jika penjelasan saya terlalu detail. Saya berusaha membuatnya jelas untuk kita semua yang masih belajar. Jika ada yang punya ide, saran, atau rekomendasi, silakan tulis kepada saya. Saya akan sangat senang! Pengaturan Indikator: Daftar Objek: Sinyal:

2008.06.23
Mengoptimalkan Penggunaan Normalized Volume Oscillator untuk Trading
MetaTrader4
Mengoptimalkan Penggunaan Normalized Volume Oscillator untuk Trading

Indikator ini merupakan pengembangan dari ide penggunaan volume yang dinormalisasi (Normalized Volume). Pertama-tama, nilai yang dinormalisasi sekarang dinyatakan dalam persentase dari nilai rata-rata untuk suatu periode. Dengan begitu, data pada grafik sekarang bisa menunjukkan nilai negatif juga. Ini menandakan adanya kondisi pasar yang kurang aktif. Inovasi berguna lainnya adalah mewarnai batang histogram berdasarkan ukuran volume yang dinormalisasi. Warna biru menunjukkan bahwa volume saat ini lebih kecil dari rata-rata untuk periode ini. Warna hijau tua menunjukkan adanya sedikit peningkatan volume dibandingkan dengan rata-rata untuk periode ini. Warna hijau muda menandakan bahwa peningkatan volume telah melebihi level Fibo 38.2% dibandingkan dengan rata-rata untuk periode ini. Warna kuning menandakan bahwa peningkatan volume telah melebihi level Fibo 61.8% dibandingkan dengan rata-rata untuk periode ini. Warna putih (yang terlihat merah pada gambar di bawah agar tidak menyatu dengan latar belakang) menunjukkan bahwa peningkatan volume telah melebihi level Fibo 100% dibandingkan dengan rata-rata untuk periode ini. Osilator Volume Dinormalisasi Dalam gambar di atas, kamu bisa melihat contoh penggunaan Normalized Volume Oscillator saat menganalisis probabilitas tembusnya level pivot.Batang histogram berwarna kuning menunjukkan bahwa kemungkinan tembus sangat tinggi dalam waktu dekat. Batang warna putih (merah dalam gambar di atas) memberi tahu kita bahwa tembusan sedang terjadi saat ini, dan kemungkinan besar itu benar. Indikator ini bekerja dengan baik pada kerangka waktu yang relatif kecil (misalnya 15 menit). Pada tren yang lebih panjang, kondisi tembusan menjadi "teredam", karena level volume umum untuk periode tersebut tinggi. Dalam kasus ini, cukup jika batang histogram berwarna hijau.

2008.06.21
Awal Sebelumnya 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 Berikutnya Akhir